Showing posts with label Doa Nabi-Nabi. Show all posts
Showing posts with label Doa Nabi-Nabi. Show all posts

05 January 2016

Doa Ashabul Kahfi Memohon Rahmat & Keselamatan Agama


[10] (Ingatkanlah peristiwa) ketika serombongan orang-orang muda pergi ke gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kami rahmat dari sisiMu, dan berilah kemudahan-kemudahan serta pimpinan kepada kami untuk keselamatan agama kami". 

{Surah Al-Kahfi 18, Ayat 10}

Doa Nabi Sulaiman Supaya Tetap Bersyukur & Menjadi Hamba Yang Soleh


[19] Maka tersenyumlah Nabi Sulaiman mendengar kata-kata semut itu, dan berdoa dengan berkata: 
"Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatMu yang Engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan masukkanlah daku - dengan limpah rahmatMu - dalam kumpulan hamba-hambaMu yang soleh". 

{Surah An-Naml 27, Ayat 19}

Doa Nabi Zakaria Memohon Zuriat Keturunan Yang Baik


[38] Ketika itu Nabi Zakaria berdoa kepada Tuhannya, katanya: "Wahai Tuhanku! Kurniakanlah kepadaku dari sisiMu zuriat keturunan yang baik; sesungguhnya Engkau sentiasa Mendengar (menerima) doa permohonan". 

{Surah Ali 'Imraan 3, Ayat 38}

Doa Nabi Ayub Ketika Ditimpa Penyakit


[83] Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ayub, ketika ia berdoa merayu kepada Tuhannya dengan berkata: "Sesungguhnya aku ditimpa penyakit, sedang Engkaulah sahaja yang lebih mengasihani daripada segala (yang lain) yang mengasihani". 

{Surah Al-Anbiyaa 21, Ayat 83}

Doa Nabi Musa Supaya Dilancarkan Urusan & Percakapan Ketika Berhadapan Dengan Firaun

[25] Nabi Musa berdoa dengan berkata: "Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku, dadaku; 

[26] "Dan mudahkanlah bagiku, tugasku; 

[27] "Dan lepaskanlah simpulan dari lidahku, 

[28] "Supaya mereka faham perkataanku; 

{Surah Taha 20, Ayat 25-28}

10 September 2011

Doa Nabi Yunus Ketika Dalam Kesusahan (Berada dalam perut ikan)

Doa Nabi Yunus Ketika Dalam Kesusahan (di dalam perut ikan nun)


Dan (sebutkanlah peristiwa) Zun-Nun, ketika ia pergi (meninggalkan kaumnya) dalam keadaan marah, yang menyebabkan ia menyangka bahawa Kami tidak akan mengenakannya kesusahan atau cubaan; (setelah berlaku kepadanya apa yang berlaku) maka ia pun menyeru dalam keadaan yang gelap-gelita dengan berkata: "Sesungguhnya tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri".

{Surah Al-Anbiyaa': Ayat 87}

Menurut sebuah hadis bertaraf sahih riwayat Tirmidzi, Nabi s.a.w. menyatakan: “Sesungguhnya tiada seorang Muslim pun memanjatkan doa ini dalam apa keadaan sekalipun melainkan Allah akan memperkenankannya.” (Hadis Riwayat al-Tirmidzi dan al-Hakim, Disahihkan dan disepakati oleh az-Zahabi)